kalimat indah yang terucap pelan terdengar lirih. menyempit merasuki rongga dada. tanpa terasa air mata menetes.menapaki ruang kosong dalam diri. akan jadi apakah aku nanti?
Menulis adalah harapanku sebagai sebuah sumber pendapatan ditengah kesulitanku saat ini. Hal ini kuakui karena aku merasa hal itu tidak benar. Seharusnya tujuanku adalah memberitahu dunia diluar diriku mengenai apa saja termasuk eksistensiku di dunia ini. Tapi, itu mungkin dua tujuan yang berbeda. Atau dengan kata lain adalah tujuan kedua. Yang berubah menjadi tujuan pertama dan sebaliknya. Yang istilah ini saya sebut dengan peralihan sekala prioritas. Banyak tempat dan cara bagaimana menjadi seorang penulis, entah sebagai penulis cerpen, artikel, buku, novel dan lain sebagainya. Tetapi esensinya hanya satu, kemuan untuk menulis. Itulah yang utama. Anda harus punya kemauan menulis untuk menjadi seorang penulis.
Kerinduan masa indah adalah sebuah kisah tersendiri yang bisa kunikmati berlama-lama dengan sebungkus rokok. Didepan teras pintu kamar, dihalaman dibawah pohon mangga, ditempat ibu kost. Ya, berpindah-pindah gitu. Tapi, ya sudahlah. Kumulai saja kisah ini. Semua berawal dari perkenalanku dengannya diawal tahun 2009 ini. Semuanya terasa manis, terlihat indah, dan dijalani sepenuh hati. Hingga akhirnya badai perpisahan tidak bisa dihindari lagi. Dan kami berpisah baik-baik. Menempuh jalan masing-masing. Mencari kedamaian dan mencari tujuan yang lebih besar yang lebih baik.
karna ada banyak cerita yang pengen aku share disini. tentang jiwa yang tenang atau sebaliknya jiwa yang berkecamuk mencari kesepakatan. tentang sawah, tentang kebun kopi. tentang pernikahan, tentang pekerjaan. tentang mama, tentang papa, tentang ketiga adik-adikku. tentang tetanggaku, tentang teman-temanku. termasuk tentang proyekku dengan pandai besi maupun tukang kayu. yang kesemuanya mempunyai hubungan denganku. dalam waktu dekat semua akan aku kelompokkan dan kubuat menjadi baik. entah dengan tujuan apa kalian melihatnya. karna aku hanya mempunya tujuan menulis saja. melenturkan jari2ku dengan mengetik, menyampaikan apa yang ada dipikiranku. menyampaikan uneg-unegku. menyampaikan gundah gulanaku. menyampaikan ide-ideku. karna aku menyadari kreatifitas yang ada dalam diri ini, butuh sebuah wadah yang tidak terbatas pada bentuk. mari kita mulai dan kita akhiri ketika ajal menjemput. dengan segala misteri yang tidak penting yang tidak perlu dicari. karna aku adalah kamu. jiwa yang ha...
Comments